Sabtu, 13 November 2010

Facebook Alert : Stay Safe

24 komentar
FACEBOOK ALERT : STAY SAFE !
Facebook, sama seperti setiap hal yang ada di internet, harusnya bikin hidup kita lebih mudah. Dan menyenangkan. Kalau gara-gara Facebook hidup kita malah jadi ribet, mana asyik lagi. Nih dia rambu-rambu buat bikin Facebook jadi tetap menyenangkan.

MIND
OUR PRIVACY

Perhatiin deh, kita pasti sering banget baca update status yang bunyinya kurang lebih kayak gini : “Oh my God, I love xxx sooo much, I would give my world to him!” Wew... ekspresif sih boleh-boleh aja, tapi ingat, Facebook bukan buku harian pribadi. Hal-hal yang kita tulis di status, bakal dilihat sama semua teman kita alias publik. Kalau enggak mau kisah cinta dan kehidupan kita atau masalah pribadi keluarga kita tersebar ke seluruh sekolah, terus jadi bahan gosip, kita harus pilih-pilih hal apa yang boleh ditulis dan yang enggak. Kecuali kalau memang tujuan kita pingin jadi bahan gosip,he he he. Cuma gak boleh ngomel ya kalau nanti isu yang beredar ditambahin yang macam-macam. Yap, kita memang harus membagi beban kita, tapi kalu memang perlu curhat, kirim saja pesan ke teman lewat message atau langsung saja curhat. Ngobrol langsung tuh lebih seru, lhooo...


  IDENTITAS PRIBADI    
Menuliskan identitas  pribadi kita ke situs jejaring sosial itu sama sekali enggak oke. Hobi dan hal favorit kita mungkin enggak masalah kalau ditulis. Tapi menuliskan nomor telepon (rumah maupun hape), dan  alamat lengkap sama sekali gak disarankan. Bahkan menurut hasil penyelidikan FBI, para phedophilia atau penculik, biasanya mendapatkan informasi korban dari situs-situs pribadi mereka sendiri. Lagian masa kita mesti ganti-ganti nomor melulu setiap diganggu sama psyco yang nelpon terus-terusan.

A DEPRESSED GIRL

Ada juga nih orang yang hobi banget meng-update statusnya dengan kalimat-kalimat yang depresif banget. Misal, ”I want to dissapear from this world so that I wouldn’t need to met him again.” Gals, capek enggak sih baca status yang kayak gini terus. Apalagi kalau sebenarnya masalah yang kita tulis itu sebenarnya enggak gede-gede banget, alias Cuma lebay dot com. Let’s quit the act of being drama queen. Masih ingat kan sama kekuatan pikiran? Apa yang kita pikirkan itulah yang bakal terjadi. Jadi, daripada mikir negatif terus bikin hidup kita makin miserable, mending kita mikir dan dan mengucapkan hal-hal positif. And enjoy the good things that will come to us.  



HAH?  SEJAK KAPAN KAMU NIKAH?

Saking senangnya dapat pacar baru idaman yang sudah jadi sasaran kita sejak dulu, kita langsung ambisius dan  mengubah status kita jadi ‘married’. Wow, santai aja gals. Mengubah status kita jadi ‘in a relationship’ juga udah cukup dan orang-orang pasti notice kok, he he he. Kebayang enggak sih kalau kita nulis status ‘married’ terus putus. Duh, jleb jleb jleb banget...

ERR... THAT IS JUST... TOO SEXY
Sama seperti update status, foto yang kita upload juga sebaiknya dipilih-pilih. Terutama yang akan kita jadikan profil picture. Kalau semua foto kita pasang seksi ala Lady Gaga, enggak heran bakal banyak orang yang nge-add kita. Nambah teman siiih, tapi kalau yang nge-add itu niatnya buruk,  gimana? Yang harus selalu kita ingat, internet itu enggak cuma berisi orang-orang yang punya niat tulus untuk menambah teman. Banyak juga orang-orang dengan niat buruk di sana. Jadi tunjukkan kalau kita cewek fun yang enggak aneh-aneh lewat foto yang kita upload.

“PIIIP!” SENSOR!
Mentang-mentang enggak ketemu orangnya secara langsung, saat lagi kesal, kita menyemburkan semua isi kebun binatang di wall orang atau status kita. Udah gitu nulisnya pakai huruf kapital dan tanda seru berderet. Plus masih ada beberapa “kata mutiara” lain buat memuaskan emosi kita. Gals, setiap kata dan huruf yang kita tulis mencerminkan pribadi kita, lho. Meskipun kita nggak tatap muka dengan siapapun saat update status Facebook, jumlah orang yang melihatnya lebih banyak daripada kita ngomong langsung sama orangnya. Padahal kita Cuma sedang ada masalah sama si A, tapi yang baca semua orang dari A sampai Z. Woaaa... langsung rusak deh tuh image kita. Kalau memang lagi kesal , mending ngomong langsung aja kali yaaa.


GOSSIP GIRLS ALERT
       Namanya juga cewek, kapanpun dan dimanapun kita pasti punya hal baru buat digosipin. Tapi, wall Facebook tuh sama sekali bukan tempat oke buat ngegosip. Meskipiun orang  yang kita gosipin bukan teman Facebook kita, bisa aja dia dapat kabar dari teman Facebook kita yang lain. Apalagi yang baca bakal banyak banget secara teman Facebook kita banyak. Uuuh nambah musuh, deh.

CONFIRM WISELY
Enggak ada salahnya dapat teman lebih banyak dan memperluas jaringan pertemanan kita lewat Facebook. Justru memang itu tujuannya. Tapi bukan berarti kita harus confirm semua orang yang nge-add kita, kan? Kita memang diajarkan buat enggak pilih-pilih dalam berteman, tapi demi keamananan keselamatan kita, plih-pilih teman yang memang belum kenal di Facebook tuh halal kok.

post by : Fatmi

Rabu, 03 November 2010

YOUTH PLEDGE

2 komentar
The Youth Pledge (Indonesian: Sumpah Pemuda), was a declaration made on 28 October 1928 by young Indonesian nationalists at a conference in the then-Dutch East Indies. They proclaimed three ideals, one motherland, one nation and one language.

Background

The first Indonesian youth congress was held in Batavia, capital of the then-Dutch East Indies in 1926, but produced no formal decisions but did promote the idea of a united Indonesia. In October 1928, the second Indonesian youth congress was held at three different locations. In the first session, the hope was expressed that the congress would inspire the feeling of unity. The second session saw discussions about educational issues. In the third and final session, held at Jalan Kramat Raya No, 126, on October 28 participants heard the future Indonesian national anthem Indonesia Raya by Wage Rudolf Supratman. The congress closed with a reading of the youth pledge.

The pledge

In Indonesian, with the original spelling, the pledge reads[2]:
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
In English:
Firstly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.
Secondly
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.
Thirdly
We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, Indonesian.

Rabu, 13 Oktober 2010

BUKITTINGGI TOWN

0 komentar
Bukittinggi (Indonesian for "high hill") is one of the larger cities in West Sumatra, Indonesia, with a population of over 91,000 people and an area of 25.24 km². It is situated in the Minangkabau highlands, 90 km by road from the West Sumatran capital city of Padang. It is located at 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E / -0.30556; 100.36917, near the volcanoes Mount Singgalang (inactive) and Mount Marapi (still active). At 930 m above sea level, the city has a cool climate with temperatures between 16.1°-24.9°C.

Contents

[hide]

[edit] History

Fort de Kock in 1826
The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace.[1]
The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock.[2] The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy.[3] In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population.[4] A rail line connecting the city with Payakumbuh and Padang was constructed between 1891 and 1894.[5]
During the Japanese occupation of Indonesia in World War II, the city was the headquarters for the Japanese 25th Army, the force which occupied Sumatra. The headquarters was moved to the city in April 1943 from Singapore, and remained until the Japanese surrender in August 1945.[6]
Mosque in central Bukittinggi
During the Indonesian National Revolution, the city was the headquarters for the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI) from December 19, 1948 to July 13, 1949. During the second 'Police Action' Dutch forces invaded and occupied the city on December 22, 1948, having earlier bombed it in preparation. The city was surrendered to Republican officials in December 1949 after the Dutch government recognized Indonesian sovereignty.[7]
The city was officially renamed Bukittinggi in 1949, replacing its colonial name. From 1950 until 1957, Bukittinggi was the capital city of a province called Central Sumatra, which encompassed West Sumatra, Riau and Jambi. In February 1958, during a revolt in Sumatra against the Indonesian government, rebels proclaimed the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) in Bukittinggi. The Indonesian government had recaptured the town by May the same year.
A group of Muslim men had planned to bomb a cafe in the city frequented by foreign tourists in October 2007, but the plot was aborted due to the risk of killing Muslim individuals in the vicinity.[8] Since 2008 the city administration has banned Valentine's Day and New Year's celebrations as they consider them not in line with Minangkabau traditions or Islam, and can lead to "immoral acts" such as young couples hugging and kissing.[9]

[edit] Administration

Bukittinggi is divided in 3 subdistricts (kecamatan), which are further divided into 5 villages (nagari) and 24 kelurahan. The subdistricts are:
Guguk Panjang, Mandiangin Koto Selayan, and Aur Birugo Tigo Baleh.

[edit] Transportation

Bukittinggi is connected to Padang by road, though a dysfunctional railway line also exists. For inner-city transport, Bukittinggi employs a public transportation system known as Mersi (Merapi Singgalang) and IKABE that connect locations within the city. The city also still preserves the traditional horse-cart widely known in the area as Bendi, although the use is limited and more popular to be used as vehicle for tourist, both domestic and foreign.

[edit] Tourism

It is a city popular with tourists due to the climate and central location. Attractions within the city include:
Sianok Canyon
  • Ngarai Sianok (Sianok Canyon)
  • Lobang Jepang (Japanese Caves) - a network of underground bunkers & tunnels built by the Japanese during World War II
  • Jam Gadang - a large clock tower built by the Dutch in 1926.
  • Pasar Atas and Pasar Bawah - traditional markets in downtown.
  • Taman Bundo Kanduang park. The park includes a replica Rumah Gadang (literally: big house, with the distinctive Minangkabau roof architecture) used as a museum of Minangkabau culture, and a zoo. The Dutch hilltop outpost Fort de Kock is connected to the zoo by the Limpapeh pedestrian overpass.
  • Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta (Museum of Bung Hatta Birthplace) - the house where Indonesian founding father Mohammad Hatta was born, now a museum. [10]
Notable nearby destinations include Lake Maninjau and the Harau Valley.

Rabu, 06 Oktober 2010

TOPOLOGI JARINGAN

0 komentar
Topologi jaringan merupakan gambaran perencanaan hubungan antar komputer dalam Local Area Network, yang umumnya menggunakan kabel (sebagai media transmisi), dengan konektor, ethernet card dan perangkat pendukung lainnya.

Jenis-jenis topologi jaringan
1. Topologi  Bus
    Topologi ini merupakan bentangan satu kabel  yang kedua ujungya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Signal satu arah.
Keuntungan :
* murah, karena tidak memakai banyak media
* setiap komputer dapat saling berhubungan langsung


Kerugian  :
* sering terjadi hang /  crass talk

2. Topologi Ring
    Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node. Signal dua arah. Semua komputer saling terhubung membentuk satu lingkaran. Tiap stasiun (komputer) dapat diberi repeater (transceiver) yang berfungsi sebgai  :
* Listen State : Tiap bit dikirim dengan delay waktu.
* Transmit State : Bila bit yang berasal dari paket lebih besar dari ring. maka repeater akan mengembalikan ke pengirim.
*By pass state : Berfungsi untuk menghilangkan delay waktu dari stasiun yang tidak aktif.

Keuntungan  :
* Kegagalan koneksi akibat gangguan media, dapat diatasi dengan jalur lain yang terhubung.
* Penggunaan sambungan point to point membuat transmission eror dapat diperkecil.

Kerugian :
* Data yang dikirim bila melalui banyak komputer, transfer data menjadi lambat.

3. Topologi Star
    Karakteristik jaringan ini adalah node (station) berkomunikasi langsung dengan station lain melalui central node, trafic node mengalir dari node ke central node dan diteruskan ke node(station) tujuan.

Keuntungan :
* Akses ke station lain cepat
* Dapat menerima workstation baru selama  port di central node tersedia
* Hub/switch bertindak sebagai konsentrator.
* Hub/switch dapat disusun seri
* User dapat lebih banyak

Kerugian :
* jika traffic data cukup tinggi dan terjadi colision, maka semua komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan dengan cara random, apabila hub/switch mendetect tidak ada jalur yang sedang dipergunakan oleh node lain.

4. Topologi Tree
    Tidak ada stasiun mempunyai kedudukan yang sama. Stasiun yang kedudukannya yang lebih tinggi menguasai stasiun dibawahnya, sehingga jaringan sangat tergantung dengan stasiun  yang kedudukannya lebih tinggi.

5. Topologi Mesh dan Full Connected
    Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan. Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatkanya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal.

6. Topologi Hybrid
    Topologi ini merupakan gabungan dari beberapa topologi yang ada, yang bisa memadukan kinerja dari beberapa topologi yang berbeda.